Muncul Lagi

Setelah berabad-abad lamanya, gue memutuskan untuk kembali melemaskan jari2 gue dengan cara ngetik di blog terlantar ini. Ya. Berhibernasi sekian abad, gue bersyukur banget kembali menatap dunia. Dan… Eh? Ngomong2 presidennya udah ganti belon?

Yang pasti gue akhirnya kembali ke kampung halaman gue di Solo. Tinggal di sini bareng keluarga. Dan gue hidup bahagia untuk selamanya.

Sekian.

 

Eh… belum yak? Baru aja mulai.

Marilah kita abaikan alasan gue nggak ngeblog. Well, there must be some reasons that I can’t talk about… Yang lalu biarlah berlalu. Mari kita songsong masa depan yang penuh garapan.

Sampai jumpa!  :)


Kejujuran Adalah Abadi… Masa?

Ada kenalan gue namanya Duen. Bukan Dwayne. Duen. Singkatan dari Dua Enam November, tanggal lahirnya. Duen anaknya baik sih. Jujur. Pernah suatu hari dia nemu perhiasan senilai 300 juta di tempat sampah, dia susah payah cari pemiliknya sampai dapet, dan dengan gembira dia mendapatkan hadiaaah…. : seratus ribu rupiah dan paket sembako!

Miris.

Sebagai lulusan SMA, Duen cuma dapat kesempatan bekerja sebagai marketing atau sales. Awalnya sales jual panci, karena jujur dia diangkat sebagai ketua sales panci. Trus naik lagi jadi kepalanya ketua sales panci.

Tapi lama kelamaan Duen bosan dengan kerjaan itu. Bukan ngga bersyukur yah. Manusia kan kehidupannya pengen maju juga? Akhirnya dia bertekad untuk berjualan sendiri, ngga kerja ikut bos. Dia mau jadi bos untuk dirinya sendiri!

DUUAARR!!!

*background kedap kedip bersinar warna warni*

jujur01

Continue reading


Makhluk Paling Ngeyel yang Sejati

[image from happyminutes.blogspot.com]

[image from happyminutes.blogspot.com]

[ringtone] ♪♫♩♬ ♪♫♩♬ ♪♫♩♬

“Halo?”

Heeyy.. Sombong ya sekarang…

“’Dengan siapa ini?”

Ini aku. Masa lupa. Ini aku! Akuu!!

Hello? Haruskah gue tau elo??

“Cari siapa?”

Ini Bagus kan??

“Pak, maaf. Bapak salah sambung..!” kata gue ke 2 pangkat 1.000.025 kali nya.

Ah, lebay.

Oke. Dia memang menelepon tiga kali. Dan tiga kali dikasih tau ‘salah sambung’ harusnya sudah cukup membuat orang dengan kecerdasan normal sadar bahwa dia keliru. Tapi gue sekarang ngerti, ada orang yang tingkat kengeyelannya begitu tinggi — berbanding terbalik dengan tingkat kewarasannya — hingga elo ngga pernah bisa nyadarin dia bahwa dia salah.

Sorry, otak lempung, gue menyatakan perang! Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 411 other followers