Keluar dari Zona Nyaman

Membaca sebuah artikel tentang Alan Moore yang mengatakan bahwa dia akan pensiun dari membuat komik. Err, maaf… Bukan Alan Moore yang itu kan? Sayangnya memang Alan yang itu. Alan yang seorang penulis dan komikus, yang karya-karyanya mendunia dan banyak dikonversi ke gambar bergerak macam V for Vendetta, Watchmen atau From Hell.

alan_moore

Kenapa, Alan?

Satu yang membuat saya tertegun adalah ketika dia mengatakan bahwa dia sudah terlalu lama dalam zona nyaman di dunia tulis menulis.

Terlalu nyaman.

Yah. Siapa sih yang nggak mau nyaman? Walaupun menurut pendapat umum, apapun yang sifatnya “keterlaluan” harus dihindari. Bahkan, konon, air putih yang super baik. Mungkin Alan sudah mencapai titik jenuh. Atau mungkin, kata Mario Teguh benar. Zona nyaman harus ditinggalkan. Sebenarnya sejauh mana kita menyadari bahwa kita ada di zona nyaman?

Saya menyadari terjebak di zona nyaman ketika semua pekerjaan terasa mudah. Bekerja lebih cepat dan tak bisa lebih cepat lagi. Hafal dengan seluruh kegiatan yang akan terjadi hari itu. Rutin. Dan kehilangan kasih sayang, mulai mengasihani “junior” saya yang bekerja dalam tempo yang jauh lebih pelan. “Mengasihani” sungguh kata yang sopan. “Meremehkan”, lebih tepatnya.

Saat saya menyadari kondisi ini tidak sehat, saya malah melakukan sesuatu yang lebih keliru: melakukan pekerjaan saya dengan lebih santai. Meremehkan pekerjaan saya sendiri. Kondisi negatif yang menggelinding bak bola salju, mengakibatkan kondisi mental saya pun berubah. Saya menjadi bosan dengan banyak hal. Tak memiliki minat pada satu bidang pun. Ketika dihadapkan pada tantangan, saya menjadi takut gagal.

Bisa jadi itu hanyalah faktor “U” alias usia. Saya mempercayai itu sampai menemukan artikel tentang nenek-nenek berusia nyaris 90 tahun yang sangat mahir Photoshop! Karyanya yang sederhana membuat saya tercengang. Kalau begitu, lupakan faktor “U”.

salah-satu-desain-kartu-ucapan-buatan-kimiko-adobe-370x255

Karya oma Kimiko Nishimoto

 

 

 

Sepertinya manusia didesain untuk bergerak. Bayi tidak suka diam. Balita selalu berulah. Itulah setting default manusia. Bergerak.

Lalu apa yang harus saya lakukan. Mulai menulis adalah loncatan saya keluar dari rutinitas. Mengubah gaya tulisan bisa jadi salah satu pendukungnya. Saya belum tahu apa selanjutnya. Yang pasti hal yang baru.

Hati-hati dengan zona nyaman. Terkadang, ada manusia yang berusaha gigih mempertahankan zona nyaman itu dengan mengorbankan cinta dan kasih sayang, yang bagi saya adalah hal yang maha penting.

Link:
Alan Moore Pensiun dari Komik
Mahir Photoshop, Nenek-Nenek 88 Tahun Diajak Bergabung Adobe

Advertisements

About Bung Iwan

Punya tangan kiri seorang pelukis, tangan kanan seorang penulis dan imajinasi menggabungkan keduanya. View all posts by Bung Iwan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: