Monthly Archives: January 2011

Crop Circle: Pesan dari ‘Sana’

Crop circle mincul di Sleman? Berita yang sanggup bikin kesedak pas minum kopi ini menarik perhatianku. Terngiang di benakku…

Mereka telah datang! Atau …

Kita tidak sendirian. Atau…

The truth is (waaaayy) out there.

Jadi ceritanya di sebuah area persawahan di Sleman setelah terjadi angin kencang.., Wwuuutt..! Muncullah tanda aneh di ladang. Berbentuk seperti ini

inikah pesan alien?

Pesan dari 'sana'

Continue reading

Advertisements

Celengan Tanah Liat

Ada seorang teman yang kerja di perusahaan bisnis barang-barang keramik. Hari itu aku janji untuk mampir ke kantornya. Biarpun sudah dua jam lewat standar jam kerja, aku harus nunggu di ruang yang juga sekaligus ruang pamer barang pecah belah itu. Saking banyaknya benda di situ, aku mesti hati-hati bergerak. Sekali senggol dan jatuh, ngga jadi ngirit duit deh.

Di antara barang di situ, aku paling tertarik ama barang yang bentuknya hewan. Kenapa? Karena aku jadi inget celengan ayam waktu kecil dulu, sebelum celengan babi jadi tren.

celengan ayam

Courtesy: littleharmony.blogspot.com

Iya. Dulu waktu duit Rp 5,- sepadan sama Rp 500,- masa kini, aku tuh rajin banget ngumpulin koin, aku masukin ke celengan ayam. Berminggu-minggu ngga kenal waktu. Tiap ada koin, cemplungin. Entah berapa lama sampe celengan itu penuh dan aku harus mecahin itu ayam supaya aku tau hasil kerja kerasku. Pyar! Dan koin-koin itu menggelinding diikuti mataku yang terbelalak girang. Continue reading


Problems and Happiness. Just a Thought.

Beberapa bulan lalu tanpa sengaja aku ketemu dengan temenku masa kecil. Cewek. Manis. Padahal seingetku waktu kecil dia sama sekali tak dianggap. Udah gendut, item, galak. Kali ini dia berubah 180 derajat. Dia juga tampak lebih happy. Sebabnya?

Dia cerita bahwa dia sekarang bekerja untuk misi kemanusiaan internasional. Dia sering dikirim ke berbagai negara untuk aksi kemanusiaan. Tau dia kerja di tempat yang menarik begitu, aku langsung bisa mengerti dia enjoy banget dengan apa yang dia lakukan. Satu lagi bukti bahwa kebahagiaan membuat orang tampak lebih manis. 😉

Pernah denger kalimat “nikmati saja hidup ini”? Buat aku itu kalimat kosong. Gimana mau nikmatin hidup kalau kita barusan kena musibah, misalnya. Atau -nggak usah jauh-jauh deh- kerjaan yang nggak ada abis-abisnya? Stress akan bikin emosi kita meledak setiap saat.

Berdasarkan pengalaman, sebenernya masalah itu ngga bikin beban hidup. Lho? Iya. Yang membebani adalah ketakutan kita sendiri.

Aku inget waktu aku masih kecil. Ada guruku yang suatu hari kasih PR muridnya sekitar 10 halaman. Bayangin waktu itu umur masih 7 tahun-an, PR sekian halaman serasa beban berat buat kami. Aku putus asa. Bahkan sempet nangis! Tapi selalu ada penolong di sekitar kita. Aku inget kakakku bilang: “kerjakan pelan-pelan”. Aku berhenti nangis dan aku kerjakan bareng kakakku. Selesai dalam 2 jam.

You know, the point is, seringkali masalah itu tampak lebih besar dari kekuatan kita. Tapi ketika kita memandang diri kita mampu, kita pasti mampu. Aku setuju dengan kalimat “masalah tak lebih besar dari kekuatan kita”.

Aku ngerti bahwa sebagai manusia kita mengalami emosi. Sedih, senang, marah, berbagi, bahagia, takut. Dari semua emosi manusia, manusia itu sendiri pengendalinya.