Suatu Hari di Planet of the Apes

Pernah liat film Planet of the Apes dong? Garis besar ceritanya adalah manusia yang terperangkap di planet yang dihuni para kera. Kok kera ya? Mungkin terinspirasi dari teori Darwin: manusia adalah evolusi dari kera. Dan yang sekarang masih kera berarti kera tersebut ogah berubah –teori gue. Di masa kini juga ada tuh manusia yang ogah berubah, padahal dunia udah berubah.

Nah, planet tersebut mirip ama bumi. Ada ras-ras kera juga. Misalnya simpanse, gorila, lutung, munyuk dan sebagainya. Hanya bangsa kera yang bisa bedain ras itu, manusia ngga bisa. Komunitas masyarakatnya juga kayak manusia. Dari hukum tata negara sampe hukum ITE ada di sana.

Suatu hari tersebutlah seekor kera cewek  yang ngebut naek mobil Kera-ri listrik dan menerobos lampu merah. Distoplah oleh polisi (kera juga).

STOOP!! Anda melanggar lalu lintas. Naik kendaraan dengan kecepatan tinggi, menerobos lampu merah dan Anda membahayakan nyawa kera lain. Anda saya tahan!

Wah. Mana bisa saya ditahan, pak? Saya ini kera paling cantik di planet ini. Menang terus di kontes kecantikan Ratu Kera. Ahli main topeng monyet. Paling baik pula. Melawan tindak korupsi dan rajin menabung!

Ngga ada hubungannya, Nyet! Ini pelanggaran lalu lintas. Tetep saya tahan!

Tapi saya mau menghadiri debat CAPRET (calon presiden monyet) se-planet Apes. Kalo ngga datang, apeslah saya! Ini menentukan masa depan jutaan warga planet ini!

Sekedar menang kontes kera-keraan, udah bisa jadi CAPRET?

Sekedar menang kontes?? Saya ini pemimpin fans club Monyeta Group. Anggotanya udah puluhan monyet! Puluhan!! Itu Fans club SAYA! Saya punya BANYAK penggemar! Saya layak jadi pemimpin planet ini!!

Situ monyet paling cantik? OK. Situ punya banyak fans. OK. Situ jago topeng monyet. OK. So what? Keadilan tetap harus ditegakkan. Paling tidak denda tetap dikenakan.

Dasar polisi lutung! Tetep aja lutung!

Rasis! Tambah denda!

Aduh, Pak. Cuma dibilang gitu aja marah. Damai deh. Atau nanti kalo saya jadi PRET, ntar saya jadikan Mentri Kesejahteraan Masyarakat Lutung. Ngga perlu pengalaman. Yang penting berkumis!

Omonganmu teteeeeup aja rasis, Nyet!

Akhir cerita ditahanlah si kera paling cantik di planet Apes itu. Keadilan ditegakkan. Moral yang bisa diambil adalah: monyet saja bisa berlaku adil. Masa manusia enggak?

Demikianlah satu kisah suatu hari di Planet Apes. Jika ada kesamaan nama tokoh atau tempat kejadian, itu memang hal yang disengaja.

About Bung Iwan

Punya tangan kiri seorang pelukis, tangan kanan seorang penulis dan imajinasi menggabungkan keduanya. View all posts by Bung Iwan

28 responses to “Suatu Hari di Planet of the Apes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: