Permen: More Than You’ve Ever Known!

Pas ujan deres gini, yang lagi naek ojek, mungkin akan buru2 nyuruh mas ojeknya berhenti neduh di depan toko. Biarpun si mas ojek bawa jas ujan, males juga kali satu jas ujan ama tukang ojeknya. Trus pelukan gitu. Aaawww…!! Sudahlah…

Anyway, kalo kelamaan neduhnya, kita tergoda untuk masuk ke dalem toko sekedar beli cemilan. Apalagi buat nahan laper stadium tiga. Kalo ada fasilitasnya bisa juga bikin kopi anget. Tapi air panasnya pake yang udah disediain yah. Jangan pake aer hujan. Karena — aer ujannya dingin juga kali.

Cuma satu hal yang mengganjal di hati. Pas kita bayar pake duit gede, mbak2 dan mas2 kasir di toko tersebut (selanjutnya kita sebut aja mbak Candy aja yah. Yang cowok kita sebut mas Emut), kasih kembalian permen!!! Alesan mbak Candy & Mas Emut, ngga ada uang kecil. Padahal dikasih duit gede pun kita ngga keberatan kok. Duh!

Permen kadaluwarsa??

Permen kadaluwarsa??

Jangan keburu kesel dan dendam. Jangan menaruh curiga bahwa sebenernya mbak Candy & mas Emut ini korupsi kecil2an morotin semua customer demi nebelin kantong mereka. Enggaaaak!! Jangan pernah berpikir kembali ke situ lalu beli galon aer dibayar pake permen. Oh jangaaan!!! Sebaiknya kita berpikir positif dan menelaah apa yang terjadi.

Mungkin saja…

  • Mbak Candy & Mas Emut orangnya minderan.

Udah ditraining harus ramah ke pelanggan: “Silakan kakaaak… selamat datang di Papamaaart!!!”, melempar senyum manis, tapi tetep ngga pede. Sehingga dia kasih bonus sesuatu yang lebih manis: ya permen lah. OK. Layak diapresiasi.

  • Mbak Candy & mas Emut orangnya pengertian

Dia liat customer lagi kehausan. Soalnya kepergok sering nelen ludah sendiri. Nah, karena mereka kasian, mereka kasih kita permen. Jadi kita bisa nelen ludah sendiri plus rasa stroberi. Baiklah. Itu juga dimaklumi kan?

  • Mbak Candy & mas Emut kurang pandai berhitung.

Customer harus maklum, duit koin dimensinya lebih kecil. Jadi dia kesulitan melihat angka yang tertera. Permen lebih praktis. Entah sebiji permen dihargai 100, 200, 500. Pokoknya satu permen sama dengan satu keping koin. Simpel!

  •  Mbak Candy & mas Emut membuat kita pintar.

Dengan menghindari kembalian permen, otomatis otak kita berputar cari akal. Berhitung, bagaimana caranya kita beli sesuatu yang kembaliannya ngga duit receh. Kalau terpaksa duit receh, harus beli berapa biji supaya bayarnya bulet pas. Jadi jangan mikir mbulet. Karena yang bulet-bulet itu susah kita telen bulet-bulet —

Nah, demikian sharing gue tentang permen dan fungsi yang tak pernah Anda tau. Mungkin ada fungsi2 lain yang belum disampaikan, silakan di-share.

(Catatan: Gambarnya saya ambil dr http://blog.djarumbeasiswaplus.org/johanwahyu. Thanks Johan!)

About Bung Iwan

Punya tangan kiri seorang pelukis, tangan kanan seorang penulis dan imajinasi menggabungkan keduanya. View all posts by Bung Iwan

30 responses to “Permen: More Than You’ve Ever Known!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: