Surat Seorang Alumnus pada Adik Kelasnya

Dear Juniors,

Setelah kalian kelar kuliah, ngga perlu jadi tinggi hati. Kalian sudah lulus. Udah pinter. Trus apa? Mau bikin bisnis sendiri? Bagus!.

Kalau toh kalian gabung dulu di perusahaan, bukan masalah. Kalian tidak akan tinggal di perusahaan itu selamanya. Loyalitas itu perlu. Belajar dari perusahaan itu lebih perlu lagi. Setuju?

Aturan tak tertulis di perusahaan ada dua. Aturan pertama: Bos selalu benar. Aturan keduanya: jika Bos salah, kembali ke aturan pertama.

Superrr!

Benar. Super. Dan ajaib. Apapaun yang kalian lakukan, Bos selalu tampak benar di mata kliennya. Contohnya, ketika kalian berbuat salah dan diomelin klien. Paling si Bos cuma cengar cengir aja di balik mejanya sambil bilang:
“Begitulah, pak. Saya juga sudah bilang ke dia…”
Anak buah yang salah.

Begitu kerjaan anak buah bagus di mata klien, si Bos cengar cengir lagi dan ngomong kalimat yang sama:
“Begitulah, pak. Saya juga sudah bilang ke dia…”
Bos pula yang berjasa.

Bos adalah orang yang ngga mau tau. Anakbuah lagi kerjain A, disuruh kerjain B. Belum kelar kerjain B, disuruh kerjain C. Kalian dianggap MP3 Player yang bisa ditekan Next seenaknya buat ganti lagu. Bukan DVD Player yang dinikmati dulu tiap track sampai habis.
(Hmm… Analogi yang terlalu entertain untuk menjelaskan sesuatu yg ngga entertain blas!)

Jadilah bawahan yang sabar. Inilah proses.

Hindari sok akrab dengan bos. Ngga usah tuker2an nomer hp atau pin BB. Jika bagi Bos, waktu = uang. Bagi bawahan, waktu = nomor hp. Begitu kalian kasih nomer hp tuh… *sigh*… Waktu mau makan, ditelepon. Waktu mau tidur, ditelepon. Waktu mau boker, di-ping dulu ama Bos, baru plung! (apaan sih?)

Sampai2 mimpi kalian di malam hari akan dimainkan dua tokoh. Kamu dan Bos. Kamu pemeran pembantunya. Lokasi mimpinya ruang kerja. Bangun terasa capek. Malam seperti siang, dan siang terasa siang juga. Tidaaakk!!!

Dan jangan kasih akun Facebook-mu ke Bos!! Atau kalian akan dalam posisi SALAH setiap tulis status. Misalnya kalian tulis: ‘panas’ Bos akan bertanya padamu:

“Kamu kepanasan?”
“Oh, maksud saya di luar –“
“AC-nya kurang dingin ya?”
“Bukan begitu –”
“Fasilitas kantor yang selama ini saya kasih kurang oke ya?”
“Lho –”
“Kamu merasa gajimu kurang?”

Satu kata saja bisa panjang urusannya.

Tapi bagaimanapun juga Boss is the boss. Kakak yakin perjalanan dia jadi bos juga panjang dan berliku. Dia mengalami masa2 jadi bawahan juga…. kali?

So, that’s it, juniors. Semoga nasehat dari kakak berguna untuk bekal kalian nanti.

About Bung Iwan

Punya tangan kiri seorang pelukis, tangan kanan seorang penulis dan imajinasi menggabungkan keduanya. View all posts by Bung Iwan

50 responses to “Surat Seorang Alumnus pada Adik Kelasnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: