Pengalaman Buruk Pake Facebook Chat

Salah satu tantangan bikin web adalah content copywriting yang mumpuni. Walaupun dibilang lumayan ngedesain (lumayan, ngga jago2 amat), komunikasi verbal masih di bawah JS Badudu. Makanya akhir2 ini agak sering nulis, biar terasah bakat terpendam ini.

Back to mewu. Jadi karna aku kesulitan bikin naskah, aku minta tolong temen, seorang penulis, jurnalis dan jarang pipis. Beliau ini nulis di sebuah majalah anak muda. Bukan. Beda jauh dari Fahd Jibran. Lebih mirip ke Freddy Numberi. Sebut saja si “Bang”. Nama aslinya Banguntidur Kuterusmandi.

Dia biasanya standby online di Facebook di sela2 pekerjaannya (banyakan Facebooknya sih). Aku buka laptop. Login ke Facebook. Ternyata bener.

“Bang, aku mau traktir kamu nih…” kataku. Introduction.

“Beneran? Nah, pasti ada maunya. “ Ih. Pinter juga dia.

“Ih. Pinter juga kamu. Aku minta dibikinin satu karangan company profile buat dipublish di web perusahaan itu.”

“Maksudmu advertorial? Gampang mah itu.” Oooo.. Istilahnya advertorial. Meneketehe.

“Jadi, jam berapa ketemunya, bang?”

“Bro, aku ada interviu orang abis ini.”

“Okelah. Ntar kalo sudah selesai kabari aku ya”

Diem lama. Aku anggep udah ngerti.

Sampe malemnya aku tidur ngga ada kabar.

Paginya aku telepon. Ngga diangkat. Selang 15 menit kutelpon sampe 4-5 kali lagi. Ngga ada reaksi. Aku coba login lagi Facebook Chat (eh, kesannya aku doyan banget buka Facebook. Padahal… dia tuh!). Dia online.

“Gimana, Bang. Apa hari ini bisa ketemu?”

“Kamu gimana sih. Hari ini aku mau ke Lembang. Kemaren kan sudah aku kasih tau?” Errr…? Kapan ya?

“Kapan sih, Bang?”

“Yaah.. Berarti kamu ini ngga pernah perhatikan aku kalo lagi ngomong.” Lho?

“Emang kamu telpon?”

“Bukan telpon. Chat. Gimana sih? Aku memang ngga pernah telpon. Aku malas terima telepon dari kamu. Kamu ngga perhatiin kata2ku. Kamu mah sekarang sudah berubah!”

JEDEERRR…!!! Banting pintu. Ngga ding. Biar kesannya dramatis aja.

Yaaah. Janjian kok pake Facebook chat. Belum tentu kalimatnya keterima walaupun kita udah ngerasa tekan Enter. Masih mending YM. Ada nongol “offline message” kalau putus. Lebih bagus lagi SMS atau telpon. Moral hari ini adalah. Jangan janjian pake Facebook chat. Sekarang aku harus cari penulis laen. Eh, ada yang online…

“Ida, aku mau traktir kamu nih…”

About Bung Iwan

Punya tangan kiri seorang pelukis, tangan kanan seorang penulis dan imajinasi menggabungkan keduanya. View all posts by Bung Iwan

18 responses to “Pengalaman Buruk Pake Facebook Chat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: