Solo Has Change

Kembali ke kampung di Solo, aku sempet pangling. Berasa pergi ke tempat baru yang belum pernah aku kunjungi. Wajah kota yang baru ibarat kakek-kakek operasi plastik dan kembali muda 20 tahun. Ini namanya peremajaan kota. Sang Eyang kembali menjadi idola remaja.

Apa saja perubahan kota?

Triwindu / Ngarsopuro

Triwindu

Triwindu

Trotoar Triwindu

Trotoar Triwindu

Triwindu

Trotoar Triwindu

05_triwindu

Topeng Triwindu

Mau cari barang antik dan makhluk antik? Paling mungkin ketemu di pasar Triwindu. Bangunan baru ini dibangun dengan mengorbankan puluhan kios listrik (nggak juga, cuma dipindahkan ke gedung khusus beberapa meter di sebelahnya). Jauh lebih rapi. Trotoar berfungsi penuh buat pejalan kaki. Kita bisa duduk rileks di sana sambil berpose di depan topeng-topeng khas Solo yang dipajang di dinding pagar samping trotoar. Malamnya bisa buat pacaran sambil Facebook-an karena dipancarkan sinyal wi-fi di sana.

Taman Balekambang

Balekambang

Balekambang Park

05_balekambang

Balekambang

Taman milik penghuni Keraton jaman dulu ini berubah fungsi jadi taman kota. Dilengkapi amphitheater mini dan air mancur. Pepohonan masih rimbun dan dimanfaatkan untuk konservasi dan penelitian. Ada penghuni non manusia di situ: 3 ekor kijang jinak yang masih malu-malu difoto. Pas liburan atau hari Minggu, dimanfaatkan buat ajang adu bakat anak-anak. Weleh, ada anak umur 9 taon nyanyi “Cinta Terlarang”!

Langen Bogan

Langen Bogan

Langen Bogan

Satu jalan di Gladag yang dilarang dilewati pada malam hari. Bukan karena berbahaya, melainkan karena jalan ini dipenuhi pedagang makanan. All you can eat, all you can pay.

Solo Paragon

Solo Paragon

Solo Paragon

Gedung apartemen ini bakal jadi bangunan tertinggi di Solo.. Belon ada saingan. Note to myself: cari tau pemiliknya.

Sclupture Solo Baru

Sculpture Solo Baru

Sculpture Solo Baru

Sculpture Solo Baru

Sculpture Solo Baru

Menggambarkan sosok Pandhawa Lima (yang emas), tokoh utama perang Bharatayudha (yang putih). Note to myself: cari tau siapa senimannya. Kayak di Bali yak?

City Walk

City Walk

City Walk

Proyek yang paling diandalkan Walikota kami, pak Wagiman (Walikota Gila Taman)… eh, bukan… maksudku pak Jokowi. Banyak pedagang makanan di siang hari. Malam harinya bergabunglah para seniman jalanan. Sayangnya gambar ini diambil malem abis ujan. Mungkin masih pada berteduh.

Others

Tirtonadi

Tirtonadi

Masih ada beberapa lokasi laen. Sayangnya aku cuma pake kamera pinjeman yang buru2 mau aku kembaliin. Bahkan baterenya pun pinjeman. Karena ngga ada waktu, gambar yang diambil ngga seberapa banyak. Yang masih sempet keambil gambarnya di atas adalah another taman kota di depan terminal Tirtonadi. Lagi-lagi lokasi yang cocok untuk pacaran dan Facebook, dengan pemandangan kali Pepe di satu sisi dan terminal di sisi lain.

An Event at Taman Budaya

Ngga melewatkan acara-acara di Solo, di Taman Budaya Surakarta lagi ada pameran berjudul Pekan Komik Nasional. Acaranya sendiri cuma 3 hari (ngga sampe sepekan), diikuti penggemar komik dan animasi se-Jawa. Tidak terlalu heboh, tapi sangat menarik. Baru tau kalo anak SMK juga bisa bikin film kartun. Hmm… SMK, bisa!

01_pekankomik02_pekankomik03_pekankomikbajingancomic05_pekankomik

08_pekankomik04_pekankomik07_pekankomik09_pekankomik06_pekankomik

About Bung Iwan

Punya tangan kiri seorang pelukis, tangan kanan seorang penulis dan imajinasi menggabungkan keduanya. View all posts by Bung Iwan

2 responses to “Solo Has Change

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: