Makin Modern Makin Baik?

Dunia takkan pernah semakin baik.

Aku merindukan masa kecil. Ketika aku menangis untuk pertama kalinya di sekolah karena ibu meninggalkanku sendiri bersama orang-orang yang tak kukenal. Juga ketika aku bergaul dengan orang-orang asing untuk pertama kalinya.

Ternyata mereka ramah. Mereka mengajakku berlari dan berkeliling aula yang dibatasi dinding dengan lukisan Donal Bebek. Ikut dalam permainan rakyat.

Anak-anak kala itu selalu aktif. Bergerak. Berlari. Meloncat. Berteriak kegirangan.

Kutarik diriku kembali ke masa sekarang. Yesa, anak tetangga yang manja sedang bermain PS di sampingku. Anak-anak masa sekarang, pikirku. Mereka pasif. Permainan mereka hanya duduk. Gerakan yang paling aktif hanya gerakan jari jempol. Dan teriakan yang mereka keluarkan adalah teriakan memerintah.

Orang tuaku adalah orang yang tangguh. Kulihat generasi sekarang generasi yang jauh lebih manja. Dimanjakan teknologi. Internet. Semua yang instant.

Dunia tidak semakin baik jika aku bandingkan generasi dulu dengan sekarang.

Selamat hari anak!🙂

About Bung Iwan

Punya tangan kiri seorang pelukis, tangan kanan seorang penulis dan imajinasi menggabungkan keduanya. View all posts by Bung Iwan

2 responses to “Makin Modern Makin Baik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: