Sweet Candies to Share

Om, pilih uang kecil atau… permeeeeeeeeeeeennnnnnnnn???????

Yah. Aku pilih uang kecil lah. Tapi di Bali ini susah banget cari uang kecil. Adanya permen. Makanya pengamen males ngamen di sini ya. Masa setiap belanja di supemarket atau main di warnet, kembaliannya selalu permen. Mana beda-beda lagi nilainya. Permen yang sama bisa dianggap 100,- bisa juga dianggap 250,-. Secara kan bedanya 100% lebih? Gimana sih?

Lagian permen ama uang kecil kan jauh gitu. Uang kecil kalo jatuh di atas tahi sapi trus kegiles mobil, masih berharga. Kalo permen? Ya silakan aja kalo mau ambil tahi sapinya!

Yah, kok jadi curhat soal ginian sih? Ngga tau deh… sebel aja hari ini seolah di Bali peredaran uang kecil udah dilarang. Setiap kita beli sesuatu, kembaliannya permen. Sekarang kantongku penuh permen. Kalo berjalan: ssrkk.. srkk… srkk… Aku bak sales permen.

Sampe di rumah aku pindahin dari kantong celana ke toples plastik. Lalu aku panggil anak-anak tetangga: Wayan, Made, Komang dan Sitorus (yang terakhir serasa ngga nyambung). Kubagikan ke mereka seolah jadi sinterklas permen…. That’s sweet…

About Bung Iwan

Punya tangan kiri seorang pelukis, tangan kanan seorang penulis dan imajinasi menggabungkan keduanya. View all posts by Bung Iwan

One response to “Sweet Candies to Share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: