Napak Tilas Menghindari Nyepi

Ketika hari Nyepi tiba, ada 2 hal besar yang dilakukan orang-orang yang tinggal di Bali. Yang pertama persiapan menghadapi Nyepi. Biasanya orang belanja sebanyak mungkin barang yang bisa dimakan seakan menghadapi bencana kelaparan 3 bulan. Yang kedua adalah persiapan menghindari Nyepi. Orang-orang yang seperti ini berkemas untuk pergi ke luar Bali, seakan di Bali akan ada bencana kelaparan 3 bulan.

Jeff termasuk jenis orang yang kedua. Persiapan menghadapi Nyepi taon ini sudah dia rencanain 2 tahun yang lalu! Hijrah ke Surabaya, kota masa kecilnya. Aku kasian ngeliat anak ini. Dia kayaknya ngerasa terkurung di rumah dan ngga dikasih kebebasan oleh kedua orang tuanya, terutama sang ibu. Bukan karena sang ibu terlalu sayang pada Jeff, melainkan karena sang ibu terlalu sayang pada tokonya ketika Jeff meninggalkan tokonya sejam sekalipun.

Kembali ke Jeff. Dia sudah punya planning 2 tahun yang lalu. Berarti, sudah mantep banget dong keluar dari Bali. Yup! Bahkan aku dimintanya menjemput dia ke rumah, lalu pergi ke terminal dengan diam-diam tanpa pamit pada sang ibu.

Jeff sudah mengumpulkan uang untuk plesir ini sejak lama. Cukuplah mengingat dia akan tinggal di rumah teman baiknya di Surabaya selama 3 hari. Irit penginepan! Rencananya dia dan temen baiknya bakal “napak tilas” perjalanan masa kecilnya dengan mengunjungi sekolahnya ketika dia masih pakai seragam putih-merah. Dia yakin guru-guru SD-nya masih inget padanya. Dia juga akan mengunjungi teman-teman kecilnya. Pasti temen-temen masih inget. Jeff kan populer!

3 hari kemudian setelah dia balik dari Surabaya, aku tagih “suvenir makanan” ke dia. Sebenernya ngga penting banget. Aku mau denger aja perjalanan napak tilas dirinya sendiri itu. Ternyata, rencananya sama sekali gagal. Temen baiknya sudah menikah dan ngga mau menampung Jeff di rumahnya. Jeff harus ngeluarin duit untuk biaya penginepan. Dia nggak jadi main ke sekolah SD dan ke rumah temen-temennya, secara dia juga ngga tau mereka sekarang di mana. Dan, alih-alih menghindari Nyepi,… dia harus “menyepi” di penginepan murah.

Kenapa bisa begitu?

Rupanya Jeff ngga pernah konfirmasi ke teman baiknya itu tentang rencana ini. Jadi rencana 2 tahun lalu itu dia anggap pasti jadi tanpa penegasan lagi. Jeff beralasan kehilangan nomer teleponnya (oh, jeff, kamu yakin dia temen baik?) dan langsung muncul di depan rumahnya. Sang temen kaget dan menolak Jeff.

Aduh, Jeff… How could you be so stupid? Temen baik yang baru berapa hari lalu ngomong A aja, bisa berubah jadi ngomong D. Apalagi temen 2 tahun lalu yang cuma sekedar basa-basi. Sekali lagi aku kasian pada Jeff. Aku jadi ingat pada sang ibu. Bener nggak ya sang ibu ini sayang pada tokonya, atau sebenarnya sayang pada Jeff? Mungkinkah sang ibu melarang Jeff berpergian karena tau Jeff ngga bisa menjaga diri? Kalau begitu, untunglah Jeff bisa kembali ke Bali dengan selamat. Don’t do this again, Jeff.

About Bung Iwan

Punya tangan kiri seorang pelukis, tangan kanan seorang penulis dan imajinasi menggabungkan keduanya. View all posts by Bung Iwan

2 responses to “Napak Tilas Menghindari Nyepi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: