Jemaat yang Baik

Bagi seorang jemaat yang baik yang biasa setiap hari Minggu ke gereja, aku merasa nyaman-nyaman saja dan menikmati suasana di ruang ibadah. Perasaan damai itulah yang menggerakkan aku untuk membantu organisasi bernama Gereja. Sebenarnya bagiku melayani di gereja bukan sebuah beban berat. Tapi yang di balik itu semua sering menyakitkan.

Misalnya, seorang yang melayani ternyata sering dianggap sukarelawan, alias orang yang bisa dipekerjakan tanpa dibayar. Aku sih nggak memikirkan duitnya ketika melayani. Tapi mbok ya ngerti kalo kita ini juga punya kepentingan. Jangan mentang-mentang mumpung ada orang lalu “dimintai bantuan” terus.

Ada untungnya juga terbeban dalam pelayanan gereja. Aku bisa bertemu dengan orang-orang baik. Contohnya, ada seorang yang handicap, hidup penuh kesederhanaan dan selalu riang gembira. Selalu mengeluarkan kata-kata bijak dan arif. Keluarganya harmonis dengan istri penuh pengertian. Aku mengagumi beliau dan orang-orang seperti beliau. Imanku menjadi bertumbuh ketika dekat dengan mereka.

Hanya, tak ada gading yang tak retak. Suatu keretakan kecil di gerejaku mengakibatkan pecahnya organisasi ini. Yang satu keras kepala, yang lain punya duit membuat organisasi baru. Nggak heran kalo ada orang-orang yang memandang sinis. Katanya persatuan? Mana ada persatuan?

Kecewa dengan perselisihan yang ada, aku memilih untuk istirahat sebentar dari kegiatan membantu gereja. Setiap kali kita mundur atau maju, biasanya ada hal-hal yang ‘mendukung. Ketika aku memutuskan untuk mundur, aku mendengar kabar tak sedap bahwa si orang bijak ternyata licik seperti ular. Aku shock sekali mendengar kabar yang memang bisa dibuktikan itu.

Benar kata firman Tuhan: ngga bisa kita mengandalkan manusia. Orang yang paling baik sekalipun ternyata bisa punya maksud yang jahat. Semakin menguatkan aku untuk mundur dari semua pelayanan. Lebih baik jadi jemaat biasa… Paling tidak untuk sementara hingga ada ‘tanda’ lain.

About Bung Iwan

Punya tangan kiri seorang pelukis, tangan kanan seorang penulis dan imajinasi menggabungkan keduanya. View all posts by Bung Iwan

2 responses to “Jemaat yang Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: